1 Contoh cerpen bernuansa Jepang

Ai to Sakura (Cinta & Pohon Sakura)
Karya : Reda Mu’afiq Palilingan

Hideto Tatsuya, seorang laki – laki berumur 25 tahun yang mempunyai sifat pendiam dan pemalu, walaupun begitu ia merupakan seorang laki – laki pekerja keras dan punya semangat yang tinggi. Ia mempunyai seorang teman yang selalu menemaninya, Iru Tsunaga namanya. Walaupun Iru mempunyai seorang teman yang sangat pemalu tapi ia tetap berjanji akan selalu menemaninya setiap saat dan akan berteman selamanya.

Waktu itu ia berada dibawah pohon sakura, tidak ada yang ia lakukan, hanya berdiam diri saja karena itu kebiasaan sehari harinya. Suatu saat Iru mengajaknya untuk berkeliling desa, “Hide-san.. Kau mau ikut berkeliling desa bersamaku?”, “Tidak, aku akan tetap disini” jawab Hide, “Wakatta… Kalo itu maumu aku tidak akan memaksa, tapi kalau kau butuh aku, aku ada di desa”. Saat Iru meninggalkan Hide, Hide pun berbaring dibawah pohon dan memejamkan matanya untuk bersantai.
Saat Hide memejamkan matanya sejenak, ada seorang wanita berpakaian kimono dengan rambut terurai panjang. Hide pun merasakan ada orang yang berjalan melewatinya. Ia membuka matanya sebentar dan memandangnya, dalam hatinya ia ingin mendekatinya & berkenalan, “Kamisama… Aku melihat ciptaan terindahmu, tapi aku malu untuk dekat denganya.” Dan akhirnya ia pun hanya bisa memandangnya walau hatinya tetap berbicara. Setelah itu ia kembali ke desa & pulang ke rumah.
Keesokan harinya Hide menemui Iru dengan wajah senang, “Iru… Aku..” saat Hide belum selesai berbicara Iru langsung menyaut, “Tidak perlu menjelaskan panjang lebar aku sudah tahu, kau melihat seorang wanita kan? kemarin aku sempat melihat kau memandangi wanita itu, lalu ada apa?”, “Tidak ada apa apa… Kau juga sudah tahu itu” jawabnya. Iru menjelaskan lagi “kau dari dulu tidak pernah berubah, jika kau tertarik dengan wanita itu, ungkapkanah jangan diam saja, diam tidak akan mengubah apapun.”
Hide pergi menuju ke tempat ia sering berdiam diri, yaitu pohon sakura. Dan secara kebetulan wanita yang Hide lihat kemarin ada disitu, melihat hal itu Hide mulai bersemangat dan memberanikan diri untuk berdekatan dengan wanita itu walau masih malu malu. “Sumimasen… Perkenalkan aku Hideto Tatsuya, siapa namamu?”, “aku Atsuna Miyako, senang berkenalan denganmu.” setelah berkenalan, mereka berdua berbincang bincang dan membuat kesepaatan jika salah satu dari mereka membutuhkan satu sama lain maka sebaiknya ia berada dibawah pohon sakura. Keesokan harinya dan seterusnya mereka setiap hari menyempatkan diri berada dibawah pohon sakura untuk mengobrol dan berbagi canda tawa.
Tapi pada akhirnya mereka berdua pun mulai merasakan adanya getaran getaran asmara di hati mereka. Yang benar saja, terutama Hide yang menyukai Atsuna sejak pandangan pertama, Hide pun mulai memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan pada Atsuna, “Atsuna, aku mempunyai pohon sakura untuk menutupi diriku dengan orang lain, tapi ketika aku dekat denganmu aku justru berada didepan pohon ini. Dan aku harap pohon sakura ini akan menjadi saksi… bahwa aku mencintaimu.” mendengar hal itu Atsuna menjawab, “seperti pohon sakura ini yang tampak berbunga bunga dan seperti hatiku juga yang berbunga bunga saat berada disampingmu, aku juga mencintaimu.”
Setelah itu mereka menjalin hubungan dan tak lama kemudian mereka menikah. Dan tidak bosan – bosanya mereka duduk berdua dibawah pohon sakura. tak hanya itu, mereka pun mengukir nama mereka pada batang pohon sakura dengan hiasan bunga sakura bahwa pohon sakura itu menjadi saksi perjalanan hidup kisah cinta mereka. Dan tak lupa juga Hide berterima kasih kepada Iru karena dialah yang mengajari akan pentingnya bersikap pemberani. Hide mengatakan janji pada Atsuna untuk yang pertama dan terakhir, “pohon ini memang tampak indah ketika di musim semi, tapi aku akan menjagamu tidak hanya saat musim semi, tapi untuk selamanya.”

Keterangan:
– Kamisama = Tuhan

– Sumimasen = Maaf/ Permisi

– Wakatta  Aku tahu

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: